TLOGOPAYUNG – Puncak perayaan Festival Pituturan Kendal 2025 sukses digelar pada Sabtu, 27 Desember 2025, bertempat di Sumber Mata Air Tlogomili, Desa Tlogopayung, Kecamatan Plantungan.
 
Mengusung tema besar "Banyu Kahuripan" (Air Kehidupan) dengan subtema "Memayu Banyu Lereng Prau", festival ini menjadi momentum penting bagi masyarakat dalam memaknai air sebagai urat nadi kehidupan dan simbol kelestarian alam.
 
Acara yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kendal ini diawali dengan prosesi Kirab Budaya: Merti Tirta. Dalam ritual tersebut, warga setempat membawa air suci dari sumber Tlogomili sebagai simbol rasa syukur dan doa untuk keberlangsungan sumber daya alam di lereng Gunung Prau.
 
Festival tahun ini menghadirkan 7 Program Aktivasi Kebudayaan yang dirancang untuk menguatkan jati diri dan kearifan lokal. Meski sempat terkendala hujan di awal hari, antusiasme warga tetap tinggi untuk menyaksikan berbagai rangkaian acara, mulai dari pertunjukan seni tradisional hingga edukasi pelestarian cagar budaya.
Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kendal menyatakan bahwa pemilihan lokasi Tlogomili bukan tanpa alasan. Tempat ini merupakan ruang pertemuan antara tradisi, kreativitas, dan upaya pelestarian ekosistem yang menghubungkan harmoni antara manusia dan alam.
 
Melalui Festival Pituturan Kendal 2025, Pemerintah Kabupaten Kendal berharap nilai-nilai luhur atau "pitutur" dalam menjaga alam dapat terus diwariskan kepada generasi muda demi masa depan lingkungan yang lebih baik.

Cuaca